9:04 PM

Musim Panas dan Lagu "Kodok Ngorek" di Eropa

eropaMusim panas baru saja berlalu di Eropa. Warga Kota Gothenburg, Swedia, sudah menyiapkan pesta di musim panas tahun depan. Kedatangan musim panas selalu ditunggu oleh banyak orang negara ini. Pada musim inilah saatnya mereka memanjakan diri di bawah terang sinar matahari.

Untuk merayakan siraman sinar matahari itu, warga kota menggelar beragam pameran, festival, turnamen olahraga, dan pertunjukan seni sepanjang 1 Juni hingga 31 Agustus. Selama waktu ini pula, para tamu datang dari seluruh penjuru dunia. Kehidupan ekonomi menjadi hidup selama perayaan musim panas yang menyenangkan.

Seakan tidak ingin merayakan pesta musim panas sendirian, warga kota baik dari unsur pemerintah maupun swasta menggelar acara untuk menyedot kedatangan orang asing. Sepanjang Juni hingga akhir Agustus, paling tidak ada 18 acara pameran, festival, turnamen olahraga, dan pertunjukan seni.

Kompas berkesempatan menikmati pesta musim panas ini meliput Gothia Cup, turnamen sepak bola remaja, atas undangan SKF (sebuah perusahaan global dalam bidang rekayasa industri). Turnamen ini adalah satu dari banyak acara yang ada di Gothenburg.

Helena (18), atlet sepak bola perempuan asal Gothenburg, merasa senang banyak orang datang ke kotanya. Begitu pun dengan sopir bus wisata Thorleif Wetterlin (50). Mereka menganggap pesta musim panas tahun ini begitu meriah. "Kami senang, musim panas jadi meriah. Silakan menikmati kota ini," kata Thorleif.

"Kodok Ngorek"

Selain beragam festival, ada yang menarik di Swedia. Di setiap perayaan musim panas selalu terdengar lagu "Sma Groddorna". Lagu ini mengingatkan penulis pada lagu "Kodok Ngorek" di Indonesia. Ketika penulis menanyakan apa isi lagu ini, warga Swedia menjelaskan bahwa isinya tentang kodok yang sedang bernyanyi.

Penulis sempat terperanjat karena lagu ini sudah lama berkembang di Swedia dan menjadi semacam lagu rakyat. Lagu ini dilengkapi dengan tarian yang mirip kodok melompat. Belum ada penelitian ilmiah tentang hal ini, lebih dahulu mana lagu "Kodok Ngorek" dan "Sma Groddorna" berkembang di masyarakat.

Tommy Forsen (43), warga Swedia, sudah mengenal lagu "Sma Groddorna" sejak kecil. Lagu ini, kata Tommy, merupakan ungkapan kegembiraan warga Swedia menyambut datangnya musim panas. Lagu ini pun dinyanyikan mulai dari kalangan anak-anak sampai kalangan tua. Kompas sempat menyaksikan tarian lagu ini pada saat pembukaan turnamen sepak bola Gothia Cup di Gothenburg, akhir Juli lalu.

Siapakah yang menciptakannya? Belum ada penjelasan ilmiah mengenai hal ini. Namun, ada jejak sejarah yang perlu digali lebih jauh seperti yang tertuang dalam buku pelaut Swedia Collin Campbell berjudul A Passage to China.

Buku ini mengisahkan perjalanan kapal yang mengemban misi dagang Swedia bernama East India Company dari Gothenburg menuju China. Dalam perjalanannya, kapal ini singgah ke Batavia (Jakarta) dua kali, pada 10 Agustus 1732 dan 15 Maret 1733. Pada kunjungan kedua tahun 1733, kapal dagang ini bersandar selama 40 hari. Tidak jelas apa yang terjadi selama 40 hari di Batavia.KOMPAS.com