12:47 AM

Puluhan Pelajar SMA Mengalami Kesurupan Massal

sma kesurupanSITUBONDO - Sekitar 17 siswa-siswi SMA Negeri I Panji, Kabupaten Situbondo, mengalami kesurupan massal, Selasa (12/10/2010) pagi. Mereka berteriak teriak histeris dan pingsan di Ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Kesurupan massal itu mulai terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, saat salah seorang murid mengantar temannya yang sakit ke Ruang UKS tiba tiba pingsan dan berteriak histeris. Mendengar teriakan siswa tersebut, para guru dan para murid yang mengikuti kegiatan belajar mengajar berhamburan keluar kelas untuk memberikan bantuan.

Ternyata, saat mereka bergerombol di depan UKS, satu persatu siswa itu mengalami kesurupan hingga mencapai 17 siswa. Khawatir jumlahnya akan semakin bertambah, akhirnya pihak sekolah mendatangkan paranormal untuk membantu menyembuhkan sisswa-siswa kerurupan tersebut, yaitu Ustadz Fredi.

Salah seorang siswi, Siti Khozaima, mengatakan pada saat Febe mengantarkan teman kelasnya yang sakit ke ruang UKS, tiba tiba Febe jatuh pingsan, namun setelah siuman Febe menangis sambil berteriak seperti orang kesetanan. “Saya sudah berusaha menenangkan, tapi malah semakin histeris,” kata Siti Khozaima kepada Surya, Selasa, (12/10).

Khozaima mengaku tidak menyangka kalau Febe yang ikut mengantakan temannya ke ruang UKS itu akan mengalami kesurupan. “Ya terkejut dan takut, apalagi saat itu hanya sendirian,” ujar siswi kelas satu ini.

Salah seorang guru, Edi Suhartono, mengatakan selama ini siswa-siswanya mengalami keserupan di sekolah namun baru sekarang sebanyak itu. “Sebelumnya hanya satu-dua siswa yang kesurupan, tapi hari ini ini siswa yang kesurupan mencapai 17 siswa,” katanya dengan nada heran.

Menurut Edi, pihaknya sekolah sudah pernah melakukan upacara doa bersama, agar siswa dan siswinya tidak diganggu oleh ‘penghuni’ di halaman sekolah. “Itu pernah kami lakukan, tapi itu dulu,” katanya.

Sedangkan Ustadz Fredi mengatakan, dirinya sudah berusaha untuk menyembuhkan belasan siswi SMA N I Panji yang mengalami kesurupan saat bersekolah itu. “Mereka yang sembuh langsung kami pulangkan, karena khawatir akan kesurupan lagi,” katanya. SURYA