Showing posts with label Kriminal. Show all posts
Showing posts with label Kriminal. Show all posts

Heboh | Rekaman CCTV | Maling Nekat Beraksi di Istana Wapres

malingHeboh | Rekaman CCTV | Maling Nekat Beraksi di Istana Wapres - Pengamanan super ketat di Istana Wakil Presiden, tidak membuat maling yang satu ini merasa gentar. Korbannya memang bukan petinggi di sana, tapi helm dan jaket seorang wartawan, yang disimpan di motor diparkiran.

Kardeni, nama sang wartawan sebuah media cetak yang menjadi korban itu, kehilangan helm dan jaket saat meliput di Istana Wapres, Jumat 12 November 2010. Mengetahui helm dan jaketnya digasak maling, Kardeni pun segera melapor ke petugas keamanan di Istana Wapres.

Petugas Unit Keamanan Dalam Istana Wapres kemudian bergerak cepat. Menelusuri si maling lewat rekaman CCTV yang dipasang khusus untuk mengawasi tempat parkir motor di pojok barat Istana Wapres.

Dari rekaman itu, terlihat jelas bahwa si maling ini beraksi saat Sholat Jumat di Masjid Baiturrahman, yang terletak di Kompleks Istana Wapres.

Dalam rekaman CCTV itu terlihat seorang laki-laki paruh baya yang nyelonong ke Istana Wapres, tanpa melalui proses pemeriksaan deteksi Paspampres di pos penjagaan. Laki-laki itu masuk dengan menggunakan vespa merah, pada pukul 11.46. Saat itu, sesaat sebelum Sholat Jumat belum dimulai di Masjid Baiturrahman.

Usai Sholat Jumat, laki-laki itu kemudian terlihat menggasak helm, jaket, dan sarung tangan Kardeni pada pukul 12.37. Helm, jaket, dan sarung tangan itu kemudian ditempatkan di bawah jok depan vespa maling itu, yang langsung pergi meninggalkan Istana Wapres.

Mengetahui kejadian kemalingan ini, Unit Keamanan Dalam pun segera mencetak (print out) rekaman CCTV itu. Selanjutnya, Unit Keamanan Dalam Istana Wapres segera berkoordinasi dengan petugas kepolisian untuk menangkap laki-laki yang wajahnya berhasil terekam CCTV tersebut. [ Vivanews ]

READ MORE - Heboh | Rekaman CCTV | Maling Nekat Beraksi di Istana Wapres

Brutal, Wasit Dipukuli Sampai Patah Tulang

wasitWasit Dipukuli Sampai Patah Tulang - Aksi kekerasan terhadap wasit kembali mewarnai jalannya kompetisi sepakbola di Indonesia. Kali ini korban, Ngasrukin bahkan sampai harus dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami patah tulang belakang.

Insiden yang menimpa Ngasrukin terjadi saat dirinya memimpin laga Persip Pekalongan vs Madina Medan Jaya di Stadion Bumi Phala, Temanggung Minggu 31 Oktober 2010. Duel ini merupakan lanjutan Liga Indonesia Divisi I 2010.

Seperti dilansir situs resmi PSSI, Ngasrukin menjadi korban pengeroyokan pemain-pemain Madina Medan Jaya. Dia dikeroyok di tengah lapangan usai mengeluarkan kartu merah kepada tim asal Sumatera Utara itu.

Akibat pengeroyokan tersebut, Ngasrukin harus dilarikan ke rumah sakit setempat. Dari hasil diagnosa tim dokter, Ngasrukin mengalami patah tulang belakang dan harus dirawat di RS Joyo Negoro, Temanggung.

Pertandingan tetap dilanjutkan. Posisi Ngasrukin akhirnya digantikan oleh wasit baru Muhadi yang langsung mengusir empat pemain Madina Medan Jaya. Akibatnya tim tersebut harus bermain dengan 6 pemain saja.

Sesuai peraturan, jika salah satu tim kurang dari tujuh pemain, maka pertandingan tak bisa dilanjutkan. Maka pada menit ke-52, duel Persip Pekalongan dengan Madina Medan Jaya pun dihentikan.

Akibat kejadian ini 6 pemain yang terlibat pengeroyokan langsung mendapat sanksi berlapis dari panitia disiplin (pandis). Sanksi tak kalah beratnya juga dijatuhkan kepada sekretaris tim, Davo.

Enam pemain tersebut adalah Joko Susilo, Aldono Herdianto, Ardan, Rifki Syahrial Lubis, Rico Simajuntak dan Tri Dinda Febriansyah. Selain dikenai larangan bermain selama antara 2-3 tahun, para pemain tersebut juga diwajibkan membayar denda dengan jumlah bervariasi.


Berikut adalah sanksi terhadap para pemain PS Madina Medan Jaya yang dihasilkan dari sidang Pandis:

1. Denda sebesar Rp 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) terhadap PS Madina Medan Jaya yang harus dibayarkan secara transfer ke rekening Bank Mandiri Cabang Plasa Mandiri dengan nomor rekening 070.000.4835240.

2. Joko Susilo, pemain Madina Medan Jaya dikenai larangan bermain selama dua tahun pada semua pertandingan di semua kompetisi yang diselenggarakan oleh PSSI. Joko Susilo juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 750.000 yang harus dibayarkan melalui transfer ke rekening Bank PSSI, up Badan Liga Sepakbola Amatir Indonesia (BLAI) PSSI, Bank Mandiri cabang Plasa Mandiri.

3. Aldono Herdianto, pemain Madina Medan Jaya, dikenai hukuman larangan bermain selama tiga tahun pada semua level kompetisi yang diselenggarakan oleh PSSI. Aldino Herdianto juga dikenai denda sebesar Rp 750.000

4. Ardan, pemain Madina Medan Jaya, dikenai larangan bermain selama tiga tahun pada semua level kompetisi yang diselenggarakan oleh PSSI dan juga denda sebesar Rp 750.000

5. Rifki Syahrial Lubis, pemain Medan Jaya, dikenai larangan bermain selama tiga tahun di semua level kompetisi yang diselenggarakan oleh PSSI dan denda sebesar Rp 750.000

6. Rico Simajuntak, pemain Madina Medan Jaya, dikenai larangan bermain selama tiga tahun di semua level kompetisi yang diselenggarakan oleh PSSI dan denda sebesar Rp 750.000

7. Tri Dinda Febriansyah, pemain Medan Jaya, dikenai larangan bermain selama tiga tahun di semua level kompetisi yang diselenggarakan oleh PSSI dan denda sebesar Rp 750.000

8. Davo, sekretaris tim Madina Medan Jaya, dikenai hukuman tidak diperkenankan untuk mengikuti kegiatan di lingkungan PSSI selama empat tahun dan denda sebesar Rp 20.000.000 yang harus dibayarkan melalui rekening PSSI.Vivanews
READ MORE - Brutal, Wasit Dipukuli Sampai Patah Tulang

Pencuri Motor Tertipu Pistol Kosong

maling motorPencuri Motor Tertipu Pistol Kosong ,Mendengar ada pencuri sepeda motor kabur. Aiptu Sukirno tanpa pikir panjang langsung mengejarnya. Namun, anggota Polsek Tikung, Kecamatan Tikung, Lamongan ini tak bisa melumpuhkan pencuri, karena pistolnya ternyata tak ada pelurunya.

Tetapi, si pencuri justru ketakutan ketika melihat Aiptu Sukirno mengacung-acungkan pistolnya seolah hendak menembak. Si pencuri lari pontang-panting di pematang sawah, hingga akhirnya ditangkap ramai-ramai oleh warga desa.

Ceritanya, Sabtu (30/10) sekitar pukul 09.00 WIB, Sukarno, 35, pelaku curanmor (pencurian sepeda motor), beraksi di Desa Lemahbang, Kecamatan Tikung.

Ketika itu, sepeda motor Honda Mega Pro S 4727 KB milik Lukman, 23, warga Desa Lemahbang, diparkir di pematang sawah ditinggal membajak sawah. Namun, Lukman curiga ketika ada seorang lelaki berboncengan dengan perempuan turun dari motor jenis Vario mendekati sepeda motornya.

Lelaki itu, yang tak lain Sukarno, warga Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, Bojonegoro, langsung menstarter Mega Pro dan membawanya kabur. ”Saya langsung berteriak `maling, maling`,” ungkap Lukman saat dimintai keterangan di Mapolsek Tikung.

Sembari teriak, Lukman meminjam sepeda motor milik temannya yang diparkir di tempat sama untuk mengejar pelaku.

Sesampai di pertigaan Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Lukman berhasil memepet tersangka kemudian menendangnya hingga roboh dari motor. Karena kerasnya menendang, Lukman juga terjatuh.

Saat itulah, Sukarno langsung bangkit dan lari sejadi–jadinya melewati pematang sawah dengan meninggalkan motor curiannya. Merasa kewalahan mengejar sendirian, Lukman menerobos masuk ke mapolsek Tikung dan memberitahu ada pencuri kabur ke utara desa.

Seorang anggota Unit Reskrim Polsek Tikung, Aiptu Sukirno yang saat itu jaga dan masih berpakaian dinas, tanpa banyak kata langsung lari memburu tersangka melewati pematang sawah.

Aiptu Sukirno dengan sekuat tenaga lari dari pematang satu ke pematang lainnya. Ia sempat mengacungkan pistol bersiap hendak menembak. Namun, ia tersadar pistolnya itu sama sekali tidak ada pelurunya.

Tetapi, ia tak ingin buruannya lepas. Aiptu Sukirno terus mengejar tersangka Sukarno dengan tetap mengacungkan pistol seolah mau menembak. Gerakan inilah yang membuat Sukarno lari pontang-panting makin ketakutan.

Pengejaran berakhir ketika di ujung pematang sawah, puluhan warga Desa Lopang yang sebelumnya mendengar ada pencuri kabur sudah siaga. Mereka menangkap Sukarno dan menghajarnya ramai-ramai.

“Untung ketangkap. Saya memang bawa senjata, tapi mau menembak jelas nggak bisa. Lha wong pistol ini sudah berbulan–bulan tak ada pelurunya,” tutur Aiptu Sukirno kepada Surya.

Tersangka Sukarno juga beruntung tak sampai babak belur, karena anggota Polsek Kembangbahu dan Polsek Tikung yang sampai di TKP langsung meredam emosi puluhan warga. Tersangka kemudian dibawa ke Mapolres Lamongan, karena Kapolsek Tikung AKP Joko khawatir massa merangsek ke Polsek memburu tersangka.

Pengakuan tersangka, ia saat itu diantar ke lokasi pencurian oleh Sumiati, warga Desa Blawi, Kecamatan Kedungpring. “Saya diantar Sumiati, calon istri saya ke lokasi menaiki sepeda motor Vario,” aku Sukarno.

Sukarno mengaku sudah tiga kali mencuri motor. Yang pertama mencuri Honda Supra X 125 di Tikung, yang kedua di Desa Sukorame, Kecamatan Sukorame dengan hasil curian jenis sepeda motor yang sama, dan aksi terakhir tertangkap di Lemahbang, Kecamatan Tikung.Surya.co.id

READ MORE - Pencuri Motor Tertipu Pistol Kosong

Sales Alat Rumah Tangga Dihajar Massa Karena Curi Laptop

laptopSales Alat Rumah Tangga Dihajar Massa Karena Curi Laptop - Suasana Plaza Marina di Jalan Margerejo mendadak gempar, setelah seorang pelaku pencurian laptop ditangkap massa. Tersangka yang dihajar MAssa adalah Belli Madeva (25) sales alat rumah tangga, asal Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Dia mencuri laptop milik Samiah (23) pegawai di counter salah satu penjual handphone.

"Tersangka ditangkap karena kepergok mencuri laptop," ujar Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Iptu Nur Suhud, Jumat (29/10/2010).

Informasi yang dihimpun, saat itu Samiah sedang menikmati makanan di Mc Donald Plaza Marina sambil mengoperasikan laptopnya. Sedangkan tersangka juga
berada di area Mc D sambil minum soft drink.

Tiba-tiba, ketika Samiah mencuci tangan, tersangka langsung mengambil laptop Samiah dan dimasukkan ke dalam tas tersangka. Samiah yang melihat laptopnya
dibawa kabur orang tak dikenal, langsung berteriak meminta tolong.

Teriakan Samiah, membuat tersangka yang baru beberapa hari tinggal di Surabaya ini menjadi kalut dan melarikan diri menuju ke Jalan Margerejo. Banyaknya massa yang mengejarnya, tas berisikan laptop itu langsung dibuang ke jalan. Tapi ada daya, massa yang jumlahnya semakin banyak mengejarnya, membuat
tersangka tertangkap dan dihajar massa.

Untungnya, tersangka tidak mengalami luka parah, karena ada anggota Reskrim Polsek Wonocolo yang berada di lokasi menghalau massa.

Kemudian, tersangka langsung diamankan ke pos security Plaza Marina hingga banyak pengunjung yang berkerumun melihat wajah tersangka. Tersangka dijemput
polisi dibawa ke Mapolsek Wonocolo yang jaraknya sekitar 250 meter untuk menjalani pemeriksaan. Massa yang sebelumnya memadati kantor security, akhirnya berangsur-angsur kembali meninggalkan pos.

Sedangkan Samiah korban pemilik laptop, juga menuju ruang sentra pelayanan kepolisian (SPK) Polsek Wonocolo, untuk melaporkan kejadian yang dialaminya.Detik.com
READ MORE - Sales Alat Rumah Tangga Dihajar Massa Karena Curi Laptop

Terganggu Saat Main Facebook, Ibu Bunuh Anak

main gameSaking tidak mau diganggunya saat sedang asyik bermain game di internet, seorang ibu muda di Jacksonville, Florida, Amerika Serikat, membunuh bayinya yang rewel. Alexander Tobias menghabisi nyawa bayinya, yang berusia tiga bulan, dengan cara mengguncangkan badannya berkali-kali.

Menurut laman harian Daily Mail, Tobias akhirnya dinyatakan bersalah oleh pengadilan Florida pada sidang Rabu, 27 Oktober 2010. Berdasarkan bobot pelanggaran yang diatur undang-undang pidana, dia terancam hukuman maksimal seumur hidup. Hakim baru akan membacakan vonis atas terpidana pada Desember mendatang.

Ibu berusia 22 tahun itu ditahan sejak Januari 2010 dengan tuduhan pembunuhan tingkat dua. Di depan hakim, Tobias mengakui kesalahannya.

Tobias mengaku perbuatan kejamnya itu berawal dari FarmVille, yaitu salah satu permainan online dari laman jejaring sosial Facebook. Keranjingan pada permainan kompetisi bercocok tanam itu membuat Tobias lupa diri.

Dia mengaku sangat kesal ketika putranya, Dylan Lee Edmondson, terus menangis. Marah dan terganggu dengan tangisan tersebut, dia mengangkat badan Dylan dan mulai menyiksanya. Setelah mengguncang badan korban sekencang-kencangnya, Tobias lalu berusaha menenangkan diri dengan menghisap sebatang rokok.

Bukannya tenang, Tobias yang telah kalut, kembali mengguncang-guncangkan bayinya hingga tewas. Dia mengatakan mungkin kepala Dylan terantuk tembok saat diguncang-guncangkan.

FarmVille adalah permainan selingan paling populer di Facebook dengan 62 juta pengguna aktif dan lebih dari 24,6 juta penggemar pada fans page. Berkat popularitas permainan itu, perusahaan Zynga sebagai pengembang mengantongi US$5,61 miliar.

Namun, muncul beberapa terkait kelalaian orang tua yang asyik bermain komputer. Pada saat seperti ini anak-anak yang tinggal bersama pemain rentan menjadi korban.

Awal tahun ini, sepasang suami-istri di Korea Selatan membiarkan anak mereka mati kelaparan. Saat itu mereka sibuk dengan permainan membesarkan bayi virtual di internet.

Pada September, seorang Ibu di AS dilarang oleh pengadilan untuk menggunakan komputer lagi setelah dia terbukti mengabaikan anak-anaknya serta anjingnya hingga kelaparan karena keranjingan game. (hs)Vivanews
READ MORE - Terganggu Saat Main Facebook, Ibu Bunuh Anak

Tanpa Alasan Geng Motor Siram Ibu - Ibu Dengan Air Keras

SUKABUMI - Ibu rumah tangga bernama Sarah (21), warga Kampung Cimanglid, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, kemarin dibawa ke RSUD R Syamsudin.

Tubuh dan wajahnya melepuh akibat disiram air keras oleh sekawanan pria tak dikenal, yang diduga anggota geng motor. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa terjadi Senin 25 Oktober pukul 10.00 WIB, ketika Sarah beserta kakaknya, Imas (40), tengah menyusuri jalan perkampungan, sepulang berbelanja dari warung tidak jauh dari rumahnya. Di tengah perjalanan, keduanya bersilang arah dengan dua pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor.

Tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba dua pelaku yang diduga kawanan geng motor langsung menyiramkan air keras ke arah Sarah dan Imas. Percikan bahan kimia itu mengenai wajah, leher, serta bagian dada Sarah hingga akhirnya melepuh.

Sementara itu, Imas luput dari aksi penyerangan. Seusai melakukan aksi, kedua pelaku melarikan diri menuju jalan raya Sukabumi-Nyalindung. Akibat penyerangan tersebut, Sarah yang mengalami luka melepuh dilarikan ke puskesmas terdekat.

Namun, karena lukanya yang cukup parah, akhirnya Sarah dirujuk ke RSUD R Syamsudin. ”Kejadiannya sangat tiba-tiba. Mereka langsung menyiramkan air ke arah kami. Wajahnya sangat asing dan saya tidak tahu alasan mereka menyerang,” ujar Sarah, Rabu kemarin.

Selama ini, dia tidak pernah memiliki musuh atau permasalahan dengan orang lain. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Sarah mengalami luka bakar tingkat 2 atau ringan.

”Kondisinya sudah mulai membaik. Luka bakar itu masuk dalam kategori ringan,” kata ketua tim perawat RSUD R Syamsudin, Rahmad Setiadi.
Toni Kamajaya/Koran SI/teb/okezone/surya

READ MORE - Tanpa Alasan Geng Motor Siram Ibu - Ibu Dengan Air Keras